BerandaNews.com, Pekalongan – Kelompok Simone yang melakukan pertunjukan kontroversial di Simbang Kulon Night Carnival 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (10/9), memberikan klarifikasi.
Dalam unggahan di media social, Simone menyampaikan permohonan maaf terkait pertunjukan tersebut dan mengaku tidak ada niat untuk melakukan ritual satanic termasuk saat adegan penyembelihan kepala kambing.
“Kami juga tidak memahami ataupun mengetahui secara mendalam mengenai apa yang disebut sebagai ritual satanic,” tulis tim Simone.
Lanjutnya, potongan kepala kambing yang diangkat sudah terlebih dahulu dibeli di pasar. Sedangkan kambing yang disembelih saat acara akan dikonsumsi bersama-sama.
“Sekali lagi, kami dari TIM SIMONE memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila penampilan kami menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan, maupun persepsi yang kurang berkenan di hati masyarakat.”
Berikut klarifikasi lengkap performa tim Simone di SKNC2026:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya, kami dari TIM SIMONE menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas penampilan kami yang dalam pelaksanaannya mungkin menimbulkan perbedaan pandangan, persepsi, maupun penafsiran di tengah masyarakat.
Melalui klarifikasi ini, kami ingin menyampaikan bahwa tidak pernah ada niatan dari kami untuk membawakan, memperagakan, maupun merepresentasikan konsep atau ritual satanik sebagaimana yang kemudian diperbincangkan di media sosial. Kami juga tidak memahami ataupun mengetahui secara mendalam mengenai apa yang disebut sebagai ritual satanik.
Konsep yang kami tampilkan pada dasarnya memiliki maksud yang berbeda. Kami hanya bermaksud melakukan penyembelihan hewan kambing untuk kemudian dikonsumsi / rahatan bersama setelah rangkaian kegiatan selesai. Proses penyembelihan pun kami lakukan dengan cara yang kami pahami sesuai syariat, serta melibatkan orang yang memiliki kompetensi dalam proses penyembelihan hewan.
Terkait bagian kepala kambing yang terlihat dalam perform, perlu kami luruskan bahwa kepala tersebut merupakan kepala kambing yang sebelumnya telah kami beli dari pasar dan kami tempatkan di dalam peti sebagai bagian dari properti pertunjukan.
Sedangkan kepala dari kambing yang kami sembelih dalam proses sebenarnya masih dalam kondisi utuh dan masih menempel pada tubuh kambing, tidak terputus sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak.
Oleh karena itu, kami menegaskan kembali bahwa tidak terdapat maksud, ataupun tujuan untuk mempersembahkan pertunjukan yang berkaitan dengan ritual satanik. Apa yang kami lakukan semata-mata merupakan bagian dari konsep perform yang kami maksudkan untuk menggambarkan proses penyembelihan hewan yang selanjutnya akan digunakan sebagai hidangan bersama setelah kegiatan.
Kami memahami bahwa sebuah pertunjukan dapat ditafsirkan berbeda oleh setiap orang, terlebih ketika potongan visualnya beredar di media sosial tanpa konteks keseluruhan. Karena itu, dengan penuh kerendahan hati kami memilih untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Sekali lagi, kami dari TIM SIMONE memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila penampilan kami menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan, maupun persepsi yang kurang berkenan di hati masyarakat.
Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kesempatan untuk memberikan klarifikasi.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat kami,
SIMONE










