BerandaNews.com, Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menilai penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Jakarta masih sedikit.
Wibi menyampaikan hal tersebut usai bertemu jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya dan meninjau kondisi lalu lintas di Jalan Adiaksa Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).
Ia menilai, jumlah perangkat ETLE masih perlu penambahan agar pengawasan dan penindakan menjangkau lebih banyak wilayah DKI Jakarta.
“ETLE kita ini masih sangat amat sedikit,” ujar Wibi seperti dilansir dprd-dkijakartaprov.
Ia berharap, penambahan perangkat ETLE dapat memperluas cakupan pengawasan terhadap pelanggar lalu lintas. “Lebih banyak lagi mengcover seluruh wilayah, saya rasa untuk penegakan hukum bisa sangat amat lebih baik,” tutur Wibi.
Pada kesempatan yang sama, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Arif Fazlurrahman menyebut, ETLE statis saat ini tersebar di 150 titik di Jakarta. Sebagian besar merupakan dukungan Pemprov DKI Jakarta.
Selain itu, terdapat ETLE mobile pada kendaraan patroli dan ETLE handheld yang digunakan petugas di lapangan.
Polda Metro Jaya telah mendapatkan dukungan ETLE drone dari Korlantas. Dapat diterbangkan dengan radius maksimal 15 kilometer dari titik penerbangan.
Namun, Arif mengakui, masih perlu langkah lain menghadapi pola pelanggaran para pengendara. Sebab, ada perilaku yang mengakali sistem ETLE, yakni menutup atau melepas pelat nomor kendaraan.
“Namun nampaknya masih perlu dilakukan langkah-langkah lain yang extraordinary,” pungkas Arif.









