BerandaNews.com, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menertibkan kabel semrawut di sepanjang Jalan Haji Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit. Penertiban dilakukan terhadap 3.115 meter kabel udara yang sudah tidak terpakai.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga mengapresiasi upaya Pemkot Jakarta Timur dalam menertibkan kabel udara yang sudah tidak digunakan.
“Upaya ini penting untuk menjaga keindahan dan estetika di Jakarta. Pemprov DKI menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh kabel udara ditempatkan di Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT),” ujarnya, Senin (5/10).
Menurutnya, penurunan kabel udara yang tidak terpakai ke bawah tanah akan memberikan sejumlah manfaat, mulai dari meningkatkan keselamatan jiwa, kenyamanan pejalan kaki, hingga mendukung kelancaran lalu lintas.
“Ketiadaan kabel udara juga dapat memperkuat estetika kota dan mendukung peningkatan peringkat Jakarta sebagai kota global,” terangnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan, program penertiban dan penataan kabel utilitas ditargetkan dapat dilaksanakan setiap Senin. Hal ini mengingat masih banyak kabel udara yang terpasang dan tidak lagi digunakan.
Ia menegaskan, Pemkot Jakarta Timur berkomitmen mendukung penataan utilitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih estetis, nyaman, dan aman bagi pengguna jalan maupun masyarakat.
“Ini merupakan salah satu yang diharapkan oleh masyarakat kerja nyatanya, bahwasanya Pemprov DKI sangat konsisten,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu memaparkan, total kabel udara yang ditertibkan dalam kegiatan tersebut mencapai 3.115 meter.
Ia menambahkan, kabel tersebut merupakan milik 14 penyedia/operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel).
“Kita targetkan penertiban kabel udara di sini tuntas dalam waktu sekitar tiga sampai empat pekan,” ucapnya.
Selain kabel udara, lanjut Benhard, petugas juga menertibkan sebanyak 401 tiang utilitas. Untuk mempercepat proses penanganan, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur mengerahkan dua unit mobil tangga.
“Kegiatan ini melibatkan sekitar 45 personel gabungan yang terdiri Pasukan Kuning dan personel dari Apjatel,” tandasnya.









