BerandaNews.com, Jakarta – Kota Tangerang menjadi salah daerah di Provinsi Banten yang berkembang pesat baik pemerintah, ekonomi, industri, perdagangan, politik, hingga sosial budaya.
Tetapi siapa yang menyangka, nama Tangerang ternyata terbentuk dari susahnya pelafalan yang diucapkan tantara VOC yang berasal dari Makassar.
Berikut sejarah kota Tangerang yang kini mempunyai penduduk 1,965 juta jiwa pada akhir 2024 lalu.
Asal Nama Kota Tangerang
Pada Masa Kolonialisme Belanda (abad XV), Sultan Banten mengangkat Tiga Aria / Maulana yang merupakan kerabat jauh Sultan dari Kerjaaan Sumedang Larang bernama Yudhanegara, Wangsakara dan Santika.
Kegiatannya bertugas untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap VOC dengan praktik Monopolinya.
Tangerang Kota Benteng, Pada perjuangannya ketiga maulana tersebut membangun benteng pertahanan yang disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah “Benteng” atau “Bentengan”.
Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng. Saat ini sisa bangunan “Bentengan” tersebut berada di beberapa titik di bawah permukaan air Sungai Cisadane yang semakin melebar.
Nama “Tangerang” berasal dari sebutan masyarakat sekitar terhadap bangunan tugu dengan tinggi kira-kira 2,5 meter yang didirikan Pangeran Soegiri, putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten.
Pendirian tugu bersama-sama dengan masyarakat sekitar pada tanggal 5 Sapar tahun Wawu (1654 Masehi) yang terletak kira-kira 500 meter di tepi barat bantaran sungai Cisadane tepatnya di Gardu Gede yang kini dikenal dengan nama Kampung Gerendeng.
Fungsi tugu tersebut adalah sebagai pembatas atau penanda wilayah kekuasaan kesultanan Banten di sebelah barat Sungai Cisadane dengan wilayah yang dikuasi VOC di sebelah timur. Atas dasar fungsinya tersebut, masyarakat menyebut tugu dan daerah itu dengan sebutan Tetengger atau Tanggeran yang berarti penanda.
Pasca penandatanganan perjanjian antara VOC dengan Kesultanan Banten yang diwakili oleh Sultan Haji atau Sultan Abunnashri Abdulkahar putra Sultan Ageng Tirtayasa pewaris Kesultanan Banten tanggal 17 April 1684, Belanda sepenuhnya menguasai wilayah Tanggeran.
Dalam penguasaannya, tentara Belanda juga merekrut warga pribumi di antaranya dari Madura dan Makasar yang di antaranya ditempatkan di sekitar wilayah benteng. Tentara VOC yang berasal dari Makasar tidak mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut Tangeran dengan Tangerang. Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang diwariskan dari generasi ke generasi bahkan hingga saat ini.
Dari Kabupaten ke Kotamadya
Seiring berjalannya waktu, daerah Tangerang yang kala itu berbentuk Kabupaten Daerah Tingkat II mengalami perkembangan yang sangat pesat. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota menjadikan beberapa kecamatan yang berbatasan langsung menjadi pusat segala kegiatan baik pemerintah, ekonomi, industri, perdagangan, politik, hingga sosial budaya.
Hingga pada tanggal 28 Februari 1981 disahkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1981 tentang Pembentukan Kota Administratif Tangerang.
Adapun Wali Kota Administratif Tangerang yang telah menjabat mulai terbentuk Kota Administratif adalah Karso Permana (periode 1982-1986), Yitno (periode 1986-1990, Djakaria Machmud (periode 1990-1993).
Dalam perjalanan kurun waktu 12 Tahun Kabupaten Tangerang kembali menunjukan perkembangan dan pertumbuhan di segala bidang. Dengan lama proses 5 tahun 8 bulan 27 hari yaitu sejak tanggal 1 Juni 1987 sampai dengan dan
Pada 28 Februari 1993, secara resmi Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang menjadi Daerah Otonom Ke-25 di Jawa Barat dan Ke-312 se Indonesia. Selanjutnya, Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang diresmikan oleh, Menteri Dalam Negri Republik Indonesia, Rudini, Minggu tanggal 28 Februari 1993 bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan 1413 H sekaligus melantik Djakaria Machmud sebagai Pejabat Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Tangerang.
Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil pemilihan DPRD Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Djakaria Machmud terpilih sebagai Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Tangerang yang pertama.
Daftar urutan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Tangerang dari Masa ke Masa
Tahun 1993-1998 : Bapak Drs. H. DJAKARIA MACHMUD Tahun 1998-2003 : Bapak Drs. H. MOCH. THAMRIN Tahun 2003-2013 : Bapak Drs. H. WAHIDIN HALIM (2 Periode) Tahun 2013-2023 : Bapak H. ARIEF R. WISMANSYAH, B.Sc., M.Kes. (2 Periode)
Salam hangat untuk semua, kami tim redaksi BerandaNews.com menerima siaran pers, undangan liputan, dan review produk. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di email berandanews1@gmail.com. Terima kasih.










