Beranda / Varia / Sudin Parekraf Jakut Gelar Bimtek Industri Pariwisata 2026

Sudin Parekraf Jakut Gelar Bimtek Industri Pariwisata 2026

Sudin Parekraf Jakut

BerandaNews.com, Jakarta – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Utara menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Pariwisata Tahun 2026 bertajuk “Optimalisasi Tata Kelola Sistem Pengolahan Limbah dan Mitigasi Risiko Narkoba di Dunia Usaha Pariwisata” di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial karena mampu menggerakkan perekonomian serta menciptakan lapangan kerja. Namun, pengembangannya harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

“Pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada kebersihan lingkungan dan keamanan sosial. Oleh karena itu, pengelolaan limbah yang terstruktur dan mitigasi risiko narkoba menjadi dua isu strategis dalam dunia pariwisata saat ini,” ujarnya, Jumat (12/6).

Wawan menjelaskan, pengelolaan limbah tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab ekologis jangka panjang. Demikian pula upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berintegritas.

Ia mengingatkan agar para pengelola hotel, restoran, dan kafe yang menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengangkutan sampah melalui skema Business to Business (B2B) agar memastikan sampah dibuang ke lokasi resmi.

“Kami menemukan adanya oknum penyedia jasa yang membuang sampah ke lahan kosong. Tindakan tersebut tentu mencemari lingkungan. Kami berharap para pelaku usaha dapat memastikan sampah yang diangkut benar-benar sampai ke TPST Bantar Gebang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti menambahkan, kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, Bimtek tersebut diikuti 150 peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha pariwisata, seperti hotel, restoran, kafe, bar, diskotek, kelab malam, karaoke, rumah pijat, spa, hingga tempat biliar yang tersebar di enam kecamatan di Jakarta Utara.

“Kami ingin para pelaku usaha memahami prinsip pengelolaan food waste, mulai dari pengurangan sampah makanan di sumbernya (source reduction), pengaturan porsi, hingga pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” bebernya.

Ia menambahkan, penguatan sistem pengawasan internal untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja menjadi salah satu prioritas utama. Melalui komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tercipta lingkungan usaha pariwisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap volume sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, upaya ini juga diharapkan mampu mewujudkan citra pariwisata Jakarta Utara yang bersih, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *