Beranda / Varia / Pramono Optimis Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu Selesai Tahun Depan

Pramono Optimis Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu Selesai Tahun Depan

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu

BerandaNews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengklaim pembangunan proyek jalan sejajar rel kereta api di Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan bakal rampung pada 2027.

Proses pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tembus tersebut sudah mencapai 70 persen.

Pramono Anung saat meninjau lokasi penataan dan pembangunan proyek jalan sejajar rel kereta api di Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

“Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, Pak Lutfi, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” ujarnya seperti dilansir Berita Jakarta.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan jalan ini sudah direncanakan sejak kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo atau Foke pada 2013 lalu, namun hingga saat ini belum terselesaikan.

Jalan yang akan dibangun tersebut nantinya memiliki lebar dari 18 hingga 23 meter. Proyek jalan sepanjang 1,77 kilometer ini pun diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan di sekitar Jalan Raya Pasar Minggu.

“Saya yakin ini akan mengurangi kepadatan yang luar biasa di daerah Pasar Minggu dan sekitarnya, jalan yang sejajar dengan jalan rel kereta api ini. Mudah-mudahan kita segera bisa selesaikan dan 2027 secara keseluruhan bisa kita tuntaskan,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo menjelaskan, proyek pembangunan jalan sejajar rel kereta api ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus menghubungkan kawasan Rawajati hingga Poltangan.

“Tentunya karena di Jalan Raya Pasar Minggunya, kondisi saat ini sudah sangat crowd, sudah macet. Sehingga kami membuat jalan tembus ini, di mana dari Rawajati sampai dengan Poltangan,” tutur Heru.

Pada 2015-2019, Dinas Bina Marga telah membebaskan 84 bidang lahan dan dilakukan pembangunan jalan sepanjang 980 meter. Proyek pembangunan jalan ini kemudian dilanjutkan di tahap dua pada 2024 hingga saat ini.

Heru menjelaskan, terdapat total 118 bidang lahan yang harus dibebaskan di tahap dua dengan total luas 13.890 meter persegi.

“Di mana pada tahun ini ada 8.128, di mana isinya adalah lahan milik Kemenhub 2.000 meter, kemudian Dinas Pendidikan 1.188, dan Dinas Pertamanan 464 meter persegi. Lahan milik warga yang kami bebaskan sebanyak 4.478,” ucap Heru.

Dari 118 bidang lahan tersebut, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, delapan bidang alih status aset, dan 45 bidang belum dibebaskan.

“Kalau pembebasan ini selesai di 2026, kami fisiknya di 2027 langsung masuk, Pak. Jadi harapan kami pembebasan tanah selesai semua di tahun 2026,” ujar Heru.

Untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan, Heru menjelaskan nantinya perlintasan sebidang di Simpang Volvo juga akan ditutup setelah pembangunan jalan rampung.

“Jadi setelah jalan ini jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Lutfi Zakaria mengimbau masyarakat untuk mendukung proyek pembangunan jalan sehingga dapat rampung sesuai target di akhir tahun ini.

“Kami minta dukungan juga masyarakat untuk segera bisa mengumpulkan data-data atau berkas-berkas administrasi, sehingga nanti bisa diselesaikan proses pengadaannya lebih cepat,” tandasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *