BerandaNews.com, Setu – DPRD Kota Tangerang Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Dr. H. Mustopa, M.A didampingi Wakil Ketua DPRD, Wanto Sugito, S.Sos.I., M.Sos dan dihadiri Anggota DPRD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan serta Sekretaris Daerah dan Kepala Perangkat Daerah se Kota Tangerang Selatan. Senin, (28/9).
Dalam jawabannya, Wali Kota Drs, H. Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pemkot akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembaruan basis data, digitalisasi pembayaran, dan penguatan pengawasan, tanpa membebani masyarakat kecil.
Pada belanja daerah, alokasi fungsi pendidikan dan belanja infrastruktur pelayanan publik dipastikan telah memenuhi, bahkan melampaui, batas minimal yang diamanatkan peraturan.
Wali Kota juga menjelaskan sejumlah prioritas dalam RAPBD 2027, di antaranya penanganan banjir melalui pemeliharaan 21 polder dan 145 stasiun pompa serta normalisasi sungai sepanjang 13,5 kilometer, penataan kawasan kumuh seluas 36,92 hektare, perbaikan 500 unit rumah tidak layak huni, dan penurunan prevalensi stunting dari 9 persen menjadi 7,05 persen.
Wali Kota berharap seluruh masukan dapat menyempurnakan pembahasan sehingga APBD 2027 semakin tepat sasaran, berorientasi pada hasil, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.










