BerandaNews.com, Jakarta – Persija Jakarta mengalami kekalahan dramatis saat tandang ke markas Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10) malam,
Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Pendekar Cisadane dengan skor 2-3.
Gawang Persija harus kebobolan oleh gol Andrejic Aleksa pada menit ke-90 lewat skema serangan balik yang dimotori Hokky Caraka. Gol itu sekaligus memupus upaya Persija untuk membawa pulang poin setelah sebelumnya dua kali bangkit menyamakan kedudukan.
Tuan rumah lebih dahulu membuka keunggulan melalui Claudio Lucas Morais pada menit kelima. Persija merespons 13 menit kemudian lewat Fabio Calonego yang melepaskan sepakan kaki kiri untuk mengubah skor menjadi 1-1. Namun, gol Rayco Rodriguez pada menit ke-61 kembali menempatkan Macan Kemayoran dalam posisi tertinggal.
Persija belum menyerah. Alexander Jeremejeff menjalankan tugasnya dengan baik dari titik penalti pada menit ke-74 untuk mengembalikan kedudukan menjadi imbang 2-2. Sayangnya, gol pada menit-menit akhir membuat perjuangan Persija tidak berbuah hasil sesuai harapan.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam membongkar pertahanan lawan. Ia juga mengakui Persita tampil dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan, meski ada sejumlah situasi dalam laga yang menurutnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Selamat kepada para pemain Persita yang telah bertarung sangat keras dan meraih kemenangan. Hari ini, kegagalan kami menembus dinding pertahanan lawan tampaknya menjadi penyebab kekalahan kami. Di sela-sela pertandingan, ada situasi di mana pertandingan tidak berjalan semestinya. Bagian ini terasa cukup mengecewakan. Namun, saya pikir para pemain Persita bertarung lebih keras daripada kami,” kata Shin Tae-yong seusai pertandingan.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Shin melihat hasil di Serang sebagai momentum bagi Persija untuk mengevaluasi diri. Menurutnya, gol yang lahir melalui serangan balik lawan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Ia ingin timnya menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk tampil lebih siap pada laga-laga berikutnya.
“Karena lawan mencetak gol ke gawang kami lewat serangan balik, kesalahan dari pihak kami memang cukup besar. Namun, karena bola itu bulat, kami tidak bisa memenangkan segalanya. Justru kekalahan ini patut disyukuri karena memberi kami kesempatan untuk memikirkan kembali tim kami. Kami harus mempersiapkan diri lebih baik lagi karena situasi seperti ini bisa saja terjadi di setiap pertandingan ke depannya,” tuturnya.










