BerandaNews.com, Jakarta – IBM, mitra Resmi Kecerdasan Buatan (AI) dan Cloud untuk Grammy Awards selama hampir satu dekade meluncurkan GRAMMY IQ yang dibangun dengan IBM watsonx.
Memanfaatkan teknologi AI agentik, solusi baru ini mengubah kumpulan besar data industri musik milik The Recording Academy menjadi kuis interaktif yang menguji pengetahuan para pecinta musik.
IBM juga berencana untuk terus merancang solusi berbasis AI yang mampu mengotomatisasi alur kerja serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih personal dan menarik bagi member The Recording Academy, calon member, serta jutaan penggemar musik di seluruh dunia.
“Kemitraan kami dengan IBM terus mendorong bagaimana teknologi dapat merayakan sekaligus mempererat hubungan dunia dengan musik,” ujar Adam Roth, Executive Vice President of Global Partnerships di The Recording Academy.
“Melalui GRAMMY IQ yang dibangun dengan watsonx, kami tidak hanya membuka kekayaan sejarah dan data yang kami miliki, tetapi juga mengajak para penggemar dan member di manapun mereka berada untuk berinteraksi dengan musik secara lebih bermakna, interaktif, dan inspiratif. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi, kreativitas, serta penghargaan terhadap para artis dan kisah-kisah yang membentuk budaya lintas generasi.”
“The Recording Academy dan IBM menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi para penggemar dengan musik yang mereka cintai, dengan memanfaatkan AI dan kumpulan data industri musik milik The Academy yang mencakup seluruh genre dan generasi,” ujar Jonathan Adashek, Senior Vice President of Marketing and Communications di IBM.
“Kami dengan antusias menyambut kolaborasi untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih personal dan menarik bagi member The Recording Academy serta jutaan penggemar musik di seluruh dunia.”
GRAMMY IQ yang dibangun denganIBM watsonx menghadirkan fitur asisten AI yang terintegrasi di berbagai kanal digital Grammys, sehingga penggemar dapat berinteraksi dengan mudah dan lebih mulus, dilengkapi dengan fitur papan peringkat dan undian berhadiah untuk mendorong keterlibatan harian serta aktivitas berbagi di media sosial.
Solusi ini memanfaatkan teknologi watsonx, termasuk large language model (LLM) IBM Granite 3.0, untuk menghasilkan pertanyaan, petunjuk, dan penjelasan jawaban berdasarkan data historis Grammy. Petunjuk akan disediakan apabila diminta sebelum jawaban akhir ditampilkan, dan skor tertinggi para penggemar akan ditampilkan dalam daftar peringkat GRAMMY IQ di Grammy.com.
Untuk ajang GRAMMYS 2026, IBM juga berencana bekerja sama dengan GRAMMY Museum untuk menghidupkan kembali Musical Crossroads, sebuah pengalaman interaktif di lantai empat museum yang memanfaatkan watsonx.
Melalui pengalaman interaktif ini, pengunjung dapat menjelajahi karya dan perjalanan para artis serta musik dari hampir 200 genre. Pengalaman ini memberikan cara baru bagi para pecinta musik untuk memahami sejarah industri musik yang kaya dan kompleks. Setiap genre menampilkan artis, lagu, foto, serta teks interpretatif yang saling terhubung dengan genre lainnya, sehingga mendorong eksplorasi dan penemuan musik.
Selain beberapa fitur untuk penggemar tahun ini, IBM berencana untuk terus mengembangkan cara The Recording Academy meningkatkan proses digital keanggotaan bagi lebih dari 30.000 membernya yang mewakili setiap genre dan disiplin kreatif di industri musik, mulai dari penulis lagu folk dan komposer musik klasik hingga produser hip hop dan sound engineers. Upaya ini mencakup pembaruan portal member serta penyediaan terjemahan dalam 4 bahasa tambahan.
Solusi-solusi tahun ini, yang merupakan hasil pemanfaatan teknologi IBM termasuk LLM Granite terbaru, keahlian konsultasi IBM, serta kolaborasi berkelanjutan dengan tim digital dan editorial The Recording Academy selanjutnya bertujuan untuk meningkatkan skala kapabilitas konten The Recording Academy dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih menarik serta informatif bagi para penggemar musik, member The Recording Academy, dan calon member seputar Music’s Biggest Night.










