BerandaNews.com, Jakara – Setelah berminggu-minggu spekulasi dan evaluasi terhadap beberapa kandidat, Federasi Sepak Bola Italia memutuskan untuk kembali menunjuk Roberto Mancini.
Ia kembali memimpin Azzurri dengan misi mengembalikan Italia ke jajaran elite sepak bola internasional.
Penunjukannya dilakukan setelah nama-nama besar seperti Andrea Pirlo, Pep Guardiola, dan Carlo Ancelotti akhirnya tidak terpilih karena berbagai alasan.
Kembalinya Roberto Mancini mencerminkan keputusan federasi untuk mengandalkan pelatih yang sudah memahami lingkungan tim serta pernah meraih kesuksesan bersama tim nasional.
Pada masa kepemimpinannya yang terdahulu, ia berhasil membawa Italia menjuarai Piala Eropa 2020 sembari membangun identitas permainan yang jelas, yang berpusat pada penguasaan bola, keseimbangan taktis, dan permainan menyerang.
Kini, Mancini memulai babak baru dengan tugas membangun kembali kepercayaan diri skuad, membentuk tim kompetitif yang mampu bersaing memperebutkan trofi internasional bergengsi, serta memastikan kelolosan ke turnamen-turnamen mendatang.
Prioritas utama Mancini adalah Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia FIFA 2030—sebuah turnamen yang belum pernah diikuti Italia lagi sejak edisi 2014 di Brasil, setelah gagal lolos kualifikasi untuk edisi Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Ada 3 Kandidat Sebelum Mancini
Selama proses pencarian pelatih, sejumlah nama besar sempat dikaitkan dengan posisi tersebut.
Andrea Pirlo muncul sebagai kandidat berkat rekam jejaknya bersama tim nasional dan pemahamannya yang mendalam tentang sepak bola Italia, sementara nama Pep Guardiola kerap disebut-sebut meskipun ia masih terikat kontrak dengan klubnya saat ini.
Di sisi lain, Carlo Ancelotti juga sempat dipertimbangkan karena rekam jejak kepelatihannya yang luar biasa, namun situasi kontraknya membuat negosiasi tidak mungkin dilakukan.
Pada akhirnya, federasi memilih sosok yang paling berpengalaman dan dapat diandalkan.
Dengan kembalinya Mancini memimpin tim, Italia berharap dapat memulihkan stabilitas dan memulai era baru dengan ambisi untuk kembali bersaing di antara negara-negara elite sepak bola dunia.










