BerandaNews.com, JAKARTA — Rasa sakit atau nyeri di dada yang mereda dengan sendirinya sering kali dianggap sepele dan tidak berbahaya. Sebagian besar orang cenderung menilai keparahan suatu penyakit hanya dari gejala yang bertahan lama. Rasa tidak nyaman yang cepat berlalu kerap dianggap kurang mengancam dibandingkan rasa sakit yang menetap.
Rasa sesak atau berat di dada setelah makan siang sering kali hanya dianggap sebagai ‘masuk angin’ atau ‘gas’, sementara rasa cengkiak saat berjalan santai sering dianggap sekadar kelelahan biasa. Begitu tubuh terasa membaik, kita pun kembali menjalani aktivitas harian.
Namun, dalam sebuah wawancara bersama HT Lifestyle, Dr. Mohammed Rehan Sayeed, seorang dokter spesialis bedah kardiotoraks di Apollo Hospitals sekaligus pendiri Motherhood Group of Hospitals dan WelloTree Nutrition, menegaskan bahwa hilangnya rasa sakit hanya menandakan gejalanya telah berhenti, bukan menjelaskan penyebab awal dari mana rasa sakit itu berasal.
Bagaimana Nyeri Dada Bisa Mereda dengan Sendirinya?
Dr. Sayeed menjelaskan bahwa ketika pembuluh darah arteri yang menyuplai jantung mengalami penyempitan, otot jantung mungkin masih menerima cukup aliran darah saat tubuh sedang beristirahat. Namun, jantung akan mulai bersusah payah ketika tubuh melakukan aktivitas fisik.
Aktivitas seperti berjalan cepat atau menaiki tangga dapat memicu rasa tidak nyaman di dada. Begitu aktivitas tersebut dihentikan, rasa sakitnya bisa saja menghilang. Pola seperti ini kerap mengindikasikan kondisi yang disebut angina.
“Rasa lega setelah nyeri mereda sebenarnya adalah bagian dari sinyal peringatan, dan bukan bukti bahwa kondisi tubuh Anda baik-baik saja,” ujar Dr. Sayeed.
Ia juga menambahkan bahwa gambaran masyarakat tentang serangan jantung sering kali keliru akibat pengaruh tayangan film atau sinema. Banyak orang membayangkan serangan jantung selalu ditandai dengan adegan seseorang yang mendadak memegang dada, nyeri menjalar hebat ke lengan kiri, serta berkeringat dingin secara drastis.
Alhasil, seseorang yang mengalami gejala angina tanpa adanya tanda-tanda drama tersebut sering kali menyimpulkan bahwa jantung mereka tidak bermasalah.
Kenali Gejala Serangan Jantung yang Bervariasi
Rasa tidak nyaman pada dada memang tetap menjadi gejala paling umum dari serangan jantung. Kendati demikian, sensasinya tidak selalu berupa nyeri tajam yang tajam, melainkan bisa terasa seperti tekanan, beban berat, atau sensasi terbakar (perih).
Gejala lain yang patut diwaspadai meliputi:
Rasa tidak nyaman atau pegal pada rahang atau perut bagian atas
Sesak napas
Mual
Rasa lelah yang tidak biasa
Semua gejala ini tidak harus muncul secara bersamaan atau dengan intensitas yang sangat berat.
Selain itu, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko secara signifikan karena mempercepat kerusakan arteri dan pembentukan gumpalan darah. Dalam beberapa kasus, gumpalan darah yang memicu serangan jantung dapat larut dengan sendirinya sebelum prosedur angiografi dilakukan, sehingga tidak memperlihatkan penyumbatan utama. Namun, hal itu bukan berarti organ jantung terbebas dari cedera.
Bagi penderita diabetes, deteksi dini bisa menjadi jauh lebih sulit. Kerusakan saraf akibat diabetes dapat meredam sinyal rasa sakit yang seharusnya menjadi peringatan awal. Akibatnya, beberapa serangan jantung terjadi tanpa gejala yang jelas (silent heart attack) dan baru terdeteksi saat pemeriksaan medis di kemudian hari. “Tipe serangan ini disebut ‘diam’ karena cara merasakannya, bukan karena dampaknya yang tidak berbahaya,” jelas Dr. Sayeed.
Kapan Anda Harus Segera Mencari Bantuan Medis?
Dr. Sayeed menegaskan bahwa tidak semua episode nyeri dada pasti berasal dari masalah jantung. Masalah asam lambung (reflux), ketegangan otot, dan beberapa kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di dada. Namun, masyarakat sangat diimbau untuk tidak mendiagnosis diri sendiri hanya dengan menunggu apakah rasa sakit itu akan kembali lagi atau tidak.
Gejala Utama yang Wajib Diwaspadai:
Rasa tidak nyaman pada dada yang baru pertama kali dirasakan atau tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
Nyeri dada yang berlangsung selama beberapa menit, hilang lalu muncul kembali.
Rasa sakit yang disertai sesak napas, berkeringat dingin, mual, atau rasa ingin pingsan.
Rasa tidak nyaman di dada yang terus berulang setiap kali berolahraga atau beraktivitas fisik.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis darurat, bahkan jika rasa sakitnya telah mereda. Disarankan untuk segera menghubungi layanan ambulans atau unit gawat darurat setempat daripada mengendarai kendaraan sendiri ke rumah sakit.









