Beranda / Varia / Haul Jayakarta Pererat Silaturahmi Tokoh Nusantara, Jaga Warisan Leluhur dan Demokrasi Indonesia

Haul Jayakarta Pererat Silaturahmi Tokoh Nusantara, Jaga Warisan Leluhur dan Demokrasi Indonesia

Haul Jayakarta

BerandaNews.com, Jakarta — Lembaga Pemangku Adat Jayakarta menyelenggarakan Haul Jayakarta, sebuah kegiatan yang menjadi momentum penting untuk mengenang warisan leluhur sekaligus mempererat silaturahmi dan persatuan para tokoh Nusantara.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 150 undangan, yang terdiri atas sejumlah pejabat, tokoh kebudayaan serta para raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberagaman adat, budaya, dan sejarah Nusantara merupakan kekayaan yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Mpok Dian, yang hadir dari Qatar, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pangeran Ratu Jayakarta, Pangeran Abi Munawir Al Madani, beserta Lembaga Pemangku Adat Jayakarta atas terselenggaranya kegiatan Haul Jayakarta.

“Saya datang dari Qatar dengan penuh rasa hormat. Terima kasih kepada Pangeran Ratu Jayakarta Pangeran Abi Munawir Al Madani dan Lembaga Pemangku Adat Jayakarta yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik. Haul Jayakarta bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang para leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan dan mempersatukan para tokoh Nusantara,” ujar Mpok Dian.

Menurut Mpok Dian, pertemuan para raja, sultan, tokoh adat, budayawan, pejabat dan tokoh masyarakat dalam satu kegiatan merupakan sesuatu yang sangat berharga di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang penuh keberagaman.

“Warisan leluhur bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus kita jaga bersama. Dari Jayakarta kita belajar bahwa sejarah, adat dan budaya dapat menjadi jembatan untuk mempersatukan Indonesia,” tambahnya.

Mpok Dian juga menegaskan pentingnya menjaga demokrasi Indonesia sebagai bagian dari perjuangan bersama dalam membangun bangsa. Menurutnya, demokrasi harus berjalan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, musyawarah, keadilan, serta penghormatan terhadap keberagaman.

“Harapan saya, para tokoh Nusantara dapat terus menjadi bagian dari penjaga warisan leluhur sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi Indonesia. Kita boleh berbeda adat, daerah dan latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam Indonesia,” tutup Mpok Dian.

Haul Jayakarta diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara lembaga adat, kerajaan dan kesultanan Nusantara, pemerintah, tokoh agama, tokoh budaya, serta masyarakat dalam menjaga sejarah, budaya dan persatuan Indonesia.

Jayakarta menjadi saksi sejarah. Nusantara adalah warisan bersama. Indonesia adalah rumah kita bersama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *