BerandaNews.com, Pamekasan – Suporter legendaris Madura United, Mbah Hosen, meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026).
Pertandingan Madura United kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9) malam, menjadi penampilan terakhir Mbah Hosen dari tribun.
Sehari sebelum meninggal, Mbah Hosen masih menunjukkan kecintaannya kepada Madura United. Dia hadir langsung di stadion dan memberikan dukungan dengan penuh semangat dari tribun barat.
Namun, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun saat pertandingan berlangsung. Mbah Hosen kemudian dievakuasi dari tribun untuk mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Link Live Streaming Persija vs Java United, Macan Kemayoran Lagi Unggul
Takdir ternyata membuat laga tersebut menjadi pertandingan terakhir yang disaksikannya secara langsung.
Kehadiran Mbah Hosen selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari atmosfer pertandingan Madura United. Sosoknya dikenal hampir selalu hadir di stadion dengan mengenakan atribut baju tradisional Madura, pesa’an.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian suporter legendaris tersebut. Menurut dia, Mbah Hosen memberikan teladan bahwa kecintaan kepada sebuah klub tidak mengenal batas usia.
“Beliau mengajari kami satu hal, mencintai tim bukan soal usia. Beliau suporter tertua kami, setia sejak Madura United baru ada,” ujar Achsanul Qosasi selepas melayat.
Bagi suporter Madura United, Mbah Hosen bukan sekadar penonton yang rutin hadir ke stadion. Dia memiliki tempat yang seolah sudah menjadi identitasnya, yakni tribun bawah papan skor.
Dari tempat tersebut, Mbah Hosen kerap terlihat menikmati pertandingan dengan caranya sendiri. Dia bahkan sering berjoget sepanjang laga, lengkap dengan atribut Madura United, tanpa mempedulikan usianya.
“Selalu berdiri di tribun bawah papan skor lengkap dengan atribut Madura, berjoget sepanjang pertandingan tanpa peduli usia,” kata Achsanul Qosasi
Kepergian Mbah Hosen datang di tengah awal perjalanan Madura United pada BRI Super League 2026/27. Sehari sebelumnya, Laskar Sape Kerrab baru saja mengamankan kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Di balik kemenangan tersebut, kini tersimpan kenangan terakhir Mbah Hosen bersama tim yang begitu dicintainya. Duka keluarga besar Madura United semakin terasa karena dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, klub tersebut kehilangan dua sosok suporter loyal.
Sebelumnya, Mimit Tirmidzi, suporter Madura United yang juga dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap Laskar Sape Kerrab, lebih dulu berpulang.
“Dalam sembilan hari, tribun ini kehilangan dua penjaganya. Berat rasanya. Selamat jalan, Mbah Hosen. Terima kasih untuk kesetiaan yang tidak pernah putus,” pungkasnya.










