Beranda / Politics / Kebakaran Hutan Mau Dipadamkan Pakai Tepung, Mahfud MD: Aneh!

Kebakaran Hutan Mau Dipadamkan Pakai Tepung, Mahfud MD: Aneh!

Mahfud MD

BerandaNews.com, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di wilayah Indonesia yang belum juga padam membuat Pemerintah berinisiatif menggunakan tepung untuk memadamkan kobaran api.

Usulan tersebut terungkap dalam rapat rapat penanganan karhutla, Palembang, Senin (24/8), yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ide ini kemudian ditanggapi oleh Mahfud MD. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dari tahun 2019 hingga 2024 itu menganggap ide menggunakan tepung untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan sangat aneh karena lahan yang terbakar sangat luas.

“Info dari istana: api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa dipadamkan dgn tepung singkong. Aneh, tapi mungkin itu benar asal tepungnya sekian puluh kali lipat dari luasan hutan/lahan yg terbakar yg menurut Menhut (18/8/2026) sdh menjalar di luasan 202.000 hektar. Ayo dicoba,” tulis Mahfud dalam akun media sosialnya, Rabu (26/8/2026).

Inovasi menggunakan tepung untuk memadamkan karhutla awalnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, “Ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak jadi kalau disemprot dengan alat dengan zat tersebut itu dia bisa mencegah agar antara api O2 dan CO2 itu bisa terpisah Pak,” ucap Listyo.

Listyo menjelaskan inovasi itu mungkin bisa diproduksi dalam jumlah yang cukup besar, hanya saja membutuhkan riset lebih dalam lagi.

Ia menyebut inovasi itu bisa digunakan untuk mencegah, sekaligus memadamkan api permulaan.

“Tapi kalau misalkan luasannya atau size dari jumlah tepung tersebut juga cukup mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa. Tepung itu Pak tepung dari ubi Pak,” imbuh dia.

Ide ini juga diamini oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis yang menyampaikan inovasi itu merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau. Hanya saja, hingga kini kapasitas produksinya masih kecil.

“Memang kapasitas produksinya masih kecil bapak. Kalau memang ada ini kami akan coba secara besar sehingga nanti ini juga sudah disampaikan kepada BNPB,” kata Darwis.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *